Kamis, 24 Maret 2011

Cerita Theola

  Theola, seorang gadis cantik dengan matanya yang berbentuk biji almond, berambut pendek dan agak keriting. Pada awalnya, ia sangat menyayangi kakaknya yang bernama Ralphie yang selisih usianya hanya satu tahun di atasnya. Ralphie selalu menjaganya dan melindunginya. Tapi semenjak tujuh tahun yang lalu tepatnya di Bandung, saat kecalakaan yang tidak di sengaja di lakukan Ralphie, Theola menjadi membenci kakanya. Dia menganggap Ralphie telah merampas tiga hal terpenting dalam hidupnya: sepasang mata untuk melihat keindahan dunia, seorang adik yang paling manis, dan kepercayaan akan kasih sayang seorang kakak. Ia tak lagi percaya bahwa Ralphie sangat menyayanginya. Menurutnya, jika Ralphie menyayanginya, ia tak akan merampas tiga hal terpenting tersebut. Ralphie pun kabur dari rumahnya meninggalkan adik, mama, dan papa yang dia sayangi. Unsur yang lebih domain disini bukanlah percintaan, namun kasih sayang yang mendalam dari seorang kakak terhadap adiknya. Hal ini membuat pembaca tidak bosan dengan cerita pada novel ini. Karena, permasalahannya sangat menarik dan menyentuh. Theola kini hanyalah seorang gadis buta yang hanya bisa melihat terang dan gelap. Pada akhirnya Ralphie yang kini sering di panggil Rabel (Ralphie gembel) oleh teman-temanya dapat bertemu kembali dengan Theola adiknya, dia mencoba menjadi orang lain untuk menjaga Theola. Karena ia khawatir jika ia hadir kembali dalam hidup Theola sebagai Ralphie, Theola tak mau bertemu dengannya. Rabel selalu menjaga dan melindungi theola hingga kemudian Theola jatuh cinta terhadap Rabel, Namun itu akhirnya tidak terjadi berkat sahabatnya Rabel dan Theola yang memepertemukan mereka, Marva dan Adiel. Pada akhirnya Ralphie mendondorkan sepasang matanya untuk Theola tanpa sepengetahuan adik tersayangnya itu. Theola pun kembali bisa melihat bentuk dan warna keindaan dunia. Namun Ralphie kini telah tiada.awal pertmuan  ADIEL  membukakan pintu mobil untuk THEOLA ,tapi gadis itu  tak langsung melangkah turun.sebelah tanggannya meraih tongkat dan menggenggamny –a erat  sekali seolah –olah mencari perlindungan dia sana
 “Tempatnya dimana, Diel ?”tanya Theola
“yuk!gandeng gue ja .marva udah nunggu didalam ,”jawab Adiel
tangan Theola  menggenggam tangan sahabatnya,naumun tetap berhenti merpercayai tongkatnya,digerakkan tongkat itu ke depan sebulum kakinya melangkah.pelan,Theola   dan Adiel memulai melangkah memasuki café yang ada didepan mereka.
suasana hiruk-piruk menyergap Theola begitu kakiny amenggijak bagian dalam café.sekali pun tak bisa melihat bentu,Theola tahu café cukup terang dan padat penggunjunganya.
wajah Theola tampak agak terang,sebab dia sangat jarang pergi ke luar rumah  tampak  ditemani oleh mamah dan papahnya.apalagi ketempat  yang begitu ramai seperti café itu.
“Marva!”seru Adiel  sambill melambaikan.
di tengah keramaian itu,Marva  balas melambaikan.hari itu di memakai jaket kulit hitam dan sepatu bot tinggi .dia duduk di pojok ruangan,dimeja ,berukuran sedang yang cukup menampung empat  orang.
Adiel sudah berjalan mendekat ke mej atempat Marva duduk.Theola menggoyangkan tongkat lalu mulai melangkah mengikuti Adiel.Tepat saat itu,seeorang cewek memundurkan kursiny asecar tib a-tiba.DUUUGGGHHHH!!! Theola,yang tidak bisa melihat gerkan itu,tersandung,lalu terjatuh.
“Aduh!”seru Theola kaget.
“Theola!”seru Adiel paik.
cewek yang duduk kursi  itu menoleh.menatap Theola  dengan sangat judes.”Eh! ELO nggak punya mataya?!”bentaknay a.
Theola tak menjawab.tangannya sibuk meraba-raba sekitarnya ,memencari-cari tongkat yang telepas dari genggamman.
mata cewek itu menatap sepasang mata Theola yang berselimutkan bayangan putih.Sejenak,wajah cewek itu tampak agak kaget.tapi kejudesaany tak berkurang,”buta –buta  malah kelayapan!”gerutnya kesal.
Adiel berpaling.langsung menatap cewek itu dengan seba.”Eeeh!kebangetan banget sih elo jadi orang!bukany a minat maaf …!”
cewek itu langsung melotok kesal pada Adiel.
seperti biasa,penampilanya Rabel kumal dan berandalan.celnan jinsnnya robek di asana sini dan tidak terlihat lagi model aslinya.dipadu dengan kaos using dengan kerah yang sudah melar.ya semaunya seprti biasa.satu-satunya yang tak biasa adalah ,untuk pertama kalinya,mat aRabel yang gelap dan tak berperasaan tampak penu emosi.
lalu Rabel tersadar.dia langsung menoleh pada Marva dan menatpanya tajam.:Elo mau apa ngjak dia kesini?”tanyannya galak  dan marah.
Marva senyum-senyum.”Elo kenal sama dia ?”tanyanya .
“nggak lucu, tau nggak!biarpun gw udah nggak ketemu dia  selam tujuh tahun lebih,mana mungkin gue nggak ngenalin Theola!”jawab Radel dingin.
 setelah itu Rbek dan Ralphie saat di dpan café itu,Rabel dan Theola lam berdiri.agak susah mendapatkan taxsi kosong di malam minggu.”Akhirnya !”seru Rabel lega. Rabel segera membuakkan  pintu  taxsi buat Theola .”yuuk masuk”ajaknay sangat lembut.perhatian nya Rabel yang sepenuhnya tercurah pada Theola membuat dia sama sekali tidak sadar  bahwa ada sepasang mata diujung jalan yang menatapnay kaget dan tak percaya.
Theola menyebutkan alamat  rumahny apad asopir taxsi.dan taxsi itu pun melaju.pad asaat itu,cewek ujung berteriak,”Rabel!”
Terlambat.taxsi ynag ditumpangi Rabel dan Theola suadah meniggalkan tempat itu.
waktu didalam taxsi
“jadi,Rabel,”Theola memulai membuak pembicaraan.”sejak tadi kayaknya  elo belum cerita apap-apa deg ,tentang diri elo.pada saat awal dendam saat itu jug ada pensi sekolah Adiel dan Marva.lalu adil kemudian menghabiskan waktu lebih darii setengah jam untuk merayu Theola dengan beragam bujukan. Dan akhirnya Theola entah karna termakan bujukan adiel, atau Cuma karna tak tahan lagi mendengar adiel mengoceh bener juga dugaan Theola, pensi sekolah Adiel luar biasa ramai setelah itu Theola sudah di tabrak 4 orang yang tak sabar yang menunggunya berjalan itu belum termasuk bebearapa orang yang di tabrak Theola karna mereka berhenti atau bergerak terlalu tiba – tiba
“ Tenang ,,,,,, Tenang……. Gue akan jaga lo, Theola, “ Kata adiel menenangkannya. Mereka melintasi gerbang sekolah. Ingkar bingkar music semakin membahana jauh lebih keras dari pada yang di bayangkan tiba – tiba pengunjungpun semakin banyak. Theola memainkan kacamata hitam mata kucingnya dengan gugup, sementara wajahnya semakin tegang. Dia pun menarik Theola kesalah satu sudut yang agak terpencil.
dengan tongkatnya Theola menngamati sekitarnya. Dia langsung menghelak nafas lega saat merasakan tempat itu memang lebih longgar.
Tiba – tiba terdegar suara MC mengumumkan, “ ! Sekarang tibalah acara yang paling kita tunggu – tunggu ! Theola cepat – cepat menutup telinganya sebelum dia jadi tuli karena jeritan misterius yang meledak.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar