Rabu, 23 Maret 2011

RESENSI HIKAYAT RAJA HANDA terbaru 2011


RESENSI HIKAYAT RAJA HANDAK

Judul                          : Hikayat Raja Handak
Pengarang                  : Hani’ah
Tebal Buku                : 53 Halaman
Diresensi oleh             : Aji Alvian
 
Raja handak adalah seorang raja besar.  Ia bersaudara dengan Raja Kaskin. Keduanya adalah anak Nabi  Sulaiman. Setelah ayahnya wafat, mereka menjadi kafir. Raja Handak berputra dua orang, yaitu raja Badar dan putrid jaljali.
Raja handak dan raja badar bermaksud menyerang negeri Mekah dan Madinah, memerangi Nabi Muhammad karena Muhammad telah membinasakan Berhala pujaannya. Mereka berdua menghimpunkan seluruh rakyanya untuk menyerang ka’bah. Sementara itu, Allah mengutus Jibrail untuk memberi tahu Nabi bahwa Musuh akan datang dan sekaligus memberi bantuan kepada nabi sebanyak 70.000 Malaikat.
Nabi meyampaikan berita dari Allah itu kepada Aliagar ia berrsiap-siap. Ali sangat bergembira, lalu bertempik tiga kali. Tempiknya terdengar oleh raja handak dan tentaranya. Mereka menyangka Israfil telah meniup Sangkala,tanda dunia akan kiamat. Hal ini membuat mereka panin sehingga jatuh korban sebanyak 3000 orang kafir.
Ali dengan tentaranya sebanyak 3 laksa 4000 orang dan 4 orang Hulubalang ( Abu Bakar,Umar, Usman, dan Ali ). Berangkat menuju Padang Hunain. Dengan bantuan Allah, perjalanan sebulan dapat di tempuh 7 hari.
Pertempuran Ali dan Raja Badar berlangsung dengan kekuatan yang sama, tetapi Ali berhasil mengalahkan Raja Badar. Raja Handak kemudian menuntut kekalahan Raja Badar. Berkat bantuan Jibrail, Ali berhasil mengalahkan Raja Handak.  Raja Handak kemudian mendapat bantuan dari Raja Kaskin. Raja Kaskin adalah Raja yang takterkalahkan oleh kekuatan apapun. Oleh sebab itu, Tuhan mengirim israil ( Malaikat pencabut nyawa ) untuk mencabut nyawa Raja Kaskin. Dalam pertempuran antara  Ali dan handak ini, Alilah yang berhasil menewaskan Raja Handak dan Raja Badar.
Atas perintah Nabi, Ali menujuke istana raja Badar dan Raja Handak untuk menjarah harta bendanya. Putrid Jaljali bersama Hulubalang jabal Kaf melarikan dirike bukit Kaf dan bersekutu dengan raka Sarasyil untuk menyerang Ali.
Qobilsyah, utusan Raja Sarasyil menemui Ali melaporkan hal itu. Selain itu, jin islam juga melaporkan pada Ali agar bersiap melawan jin Ifrit.
Raja ifrit, sebelum menemui Alitelah berselisih dengan anaknya, Gergasi Peri, yang telah masuk islam. Perselisihan antara ayah dan anak menimbulkan peperangan yang sangat hebat karena jin ifrit itu mendapat bantuan dari Jaljalidan sarasyil, sedangkan Gergasi peri di bantu oleh Qobilsyah, jin islam dan Ali. Sementara itu firman dan Allah kepada Nabi agar menyusul  Ali ke bukit Kaf. Atas bantuan Umar yang datang bersama nabi, Ali berhasil membunuh Raja sarasyil dan Raja ifrit.
Putrid jaljali minta suakan kepada Raja Peringgi dibawah bukit Kaf. Dalam pepeprangan antara Ali – Peringgi yang  berllangsung tjuh haritujuh malam, Ali berhasil membunuh Raja Peringgi. Semangat Pernag Ali sungguh luar biasa. Ia seperti kerasukan. Semua tentara kafir habis di bunuhnya. Yang hidup berlari kocar kacir masuk kedalam kulzum dan Ali pun terbawa kesana.
Ali baru sadar ketika jibrail datang menyapu muka Ali dengan sayapnya.oleh Jibrail, Ali di bawa kehadapan Rasulullah. Selanjutnya, para mukmin dan muslim yang syahid di padang Hunain di hidupkan kembali oleh Ali.     

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar